BENARKAH
BUMI MENGELILINGI MATAHARI
Mungkin
ada yang menganggap aneh kalimat diatas karena pada dasarnya hampir semua orang
“dicekoki” oleh teori yang mengemukakan bahwa bumi itu berotasi pada porosnya
maka terjadilah siang dan malam dan bumi berotasi mengelilingi matahari. Teori
bukanlah sesuatu yang mutlak kebenarannya, dalam artian sebuah teori dapat
menjadi benar atau menjadi salah, oleh karena kita hendaknya berpikiran terbuka
dan kritis tidak mengikuti arus dan menganggap apa yang diyakini kebanyakan
manusia sebagai kebenaran merupakan kebenaran pula.
Bagaimana
bila ternyata hal-hal yang kita yakini ternyata salah, bagaimana bila kenyataan
yang sebenarnya adalah tenyata matahari dan benda benda langit mengelilingi
bumi. Semua hal tersebut dibahas dalam sebuah buku dengan judul MATAHARI MENGELILINGI BUMI, SEBUAH
KEPASTIAN AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH SERTA BANTAHAN TERHADAP TEORI BUMI
MENGELILINGI BUMI.
Siapakah
yang lebih memahami mengenai suatu peralatan atau barang yang baru sementara
dia sendiri tidak mengetahui fungsi dan penggunaanya, Siapakah coba? Sudah
barang tentu pencipta dari peralatan tersebut. Lantas apa hubungannya dengan
bumi dan matahari. Pencipta bumi dan matahari bahkan pencipta bintang, langit,
bumi dan apa yang ada diantara keduanya adalah Allah. Tentu Allah – lah yang
lebih mengetahui apa yang diciptakannya.
Dari
Salman al-Farisi berkata: ada seseorang kafir yang bertanya kepada beliau:
“Apakah nabimu telah mengajarkan segala sesuatu sampai masalah tata cara buang
air besar? Maka Salman menjawab: “Ya, beliau melarang kami untuk menghadap
kiblat saat berak maupun kencing begitu pula dilarang membelakanginya, juga
terlarang beristinja’ dengan tangan kanan juga beristinja’ kurang dari tiga
batu serta terlarang beristinja’ dengan kotoran binatang dan tulang” (HR.
Muslim: 262, Abu Dawud:7, Ibnu Majah: 316).
Maka
pikirkanlah dengan baik dan cermat!!! Apakah sebuah agama yang sampai mengatur
bagaimana tata cara buang air besar, lalu akan meninggalkan masalah alam
semesta? Apakah sebuah risalah yang mengatur bagaiman cara seorang suami
bergaul dengan istrinya lalu akan meninggalkan urusan langit dan bumi serta
yang berada diantara keduanya? Demi Allah, hal
itu amatlah sangat mustahil (Ilmu
Ushulul Bida’ oleh Syaikh Ali Hasan Al-Halabi hal. 18-21 dan al-Islamu
Dinun Kamil oleh Syaikh Muhammad Amin asy-Syinqithi).
Bagi
mereka yang menginginkan penjelasan yang meyakinkan mengenai bumi dan matahari,
maka dapat membaca buku dengan judul MATAHARI
MENGELILINGI BUMI, SEBUAH KEPASTIAN AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH SERTA BANTAHAN
TERHADAP TEORI BUMI MENGELILINGI BUMI. Karya Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul
Latif Abu Yusuf.


Komentar
Posting Komentar